Lahan gambut memiliki nilai yang sangat penting. Perusahaan dan pemerintah mungkin menawarkan pembayaran kepada masyarakat untuk menjaga dan melindungi lahan gambut karena lahan gambut yang sehat mampu menyimpan karbon dalam jumlah besar. Ketika lahan gambut terbakar atau mengalami kerusakan, karbon yang tersimpan dapat terlepas ke atmosfer dan memengaruhi kualitas udara. Masyarakat berpeluang memperoleh pendapatan dengan menjaga kelestarian lahan gambut dan mencegah terjadinya kebakaran. Hal ini dapat menjadi peluang yang baik bagi masyarakat. Panduan ini disusun untuk membantu masyarakat memahami proyek karbon dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang memadai.
Utamakan Musyawarah dan Persetujuan Masyarakat
Sebelum menyepakati kerja sama apa pun, masyarakat perlu mengadakan pertemuan terbuka agar setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan memahami proyek secara menyeluruh. Pengukuran karbon yang dilakukan oleh perusahaan juga sebaiknya diperiksa oleh tenaga ahli independen yang tidak dipekerjakan oleh perusahaan tersebut.
Pahami Dasar Pembayaran dan Waktu Penerimaannya
Masyarakat perlu memahami bagaimana karbon diukur, berapa banyak kredit karbon yang benar-benar dapat dijual, kapan pembayaran akan diterima, serta apa yang terjadi jika pembayaran terlambat atau dihentikan. Penting juga untuk mengetahui apakah masyarakat akan menerima pembayaran secara langsung atau apakah dana tersebut akan digunakan untuk membiayai program pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pastikan Manfaat Nyata bagi Masyarakat
Banyak proyek karbon hanya berfokus pada pengukuran emisi karbon. Padahal, proyek yang baik seharusnya memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat, seperti pencegahan kebakaran, peningkatan pendapatan, penciptaan lapangan kerja, serta kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat dalam pengambilan keputusan.
Pelatihan dan Pemantauan oleh Masyarakat
Masyarakat setempat memiliki pengetahuan mengenai kondisi lingkungan dan lahan yang belum tentu dimiliki oleh pihak luar. Oleh karena itu, proyek karbon seharusnya berinvestasi dalam pelatihan yang terencana dan berkelanjutan bagi masyarakat. Masyarakat tidak hanya dipekerjakan, tetapi juga perlu diberi kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan kemampuan mereka. Tugas pemantauan serta besaran imbalan yang diterima harus dicantumkan secara jelas dalam perjanjian.
Periksa Peta dan Batas-Batas Lahan
Peta yang disediakan oleh perusahaan mungkin tidak sepenuhnya akurat atau belum mencerminkan kepemilikan dan pemanfaatan lahan yang sebenarnya oleh masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa peta menunjukkan secara jelas bagian-bagian lahan gambut yang dimiliki atau dimanfaatkan oleh setiap keluarga maupun kelompok masyarakat. Hal ini diperlukan agar pembayaran dan manfaat proyek dapat diterima oleh pihak yang berhak.
Dapatkan Pendampingan Independen dan Belajar dari Pengalaman Masyarakat Lain
Setelah perjanjian ditandatangani, masyarakat mungkin memerlukan bantuan apabila muncul permasalahan dalam pelaksanaan proyek. Masyarakat di wilayah lain juga mungkin sedang berunding untuk proyek serupa. Pengalaman mereka dapat menjadi sumber pembelajaran yang bermanfaat.
Daftar Periksa Sebelum Menandatangani Perjanjian
Gunakan daftar berikut untuk memastikan masyarakat telah memahami proyek dan telah mempersiapkan diri dengan baik.
Jika masyarakat belum dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan yakin, berarti masih diperlukan persiapan lebih lanjut sebelum menyepakati proyek tersebut. Luangkan lebih banyak waktu untuk berdiskusi, memahami informasi, dan mempersiapkan keputusan bersama.
Panduan ini disusun untuk membantu masyarakat di kawasan lahan gambut memahami proyek karbon dan merundingkan ketentuan kerja sama yang adil. Selalu mintalah pendampingan dari pihak independen dan pastikan adanya Persetujuan Atas Dasar Informasi di Awal Tanpa Paksaan (PADIATAPA) sebelum membuat perjanjian apa pun.